Sebuah cerita yang “tertunda”
Akhirnya setelah sekian lama break dari kancah perolahragaan bola basket (cieeilleee..=D), hari sabtu tanggal 24 Desember 2011 pukul 13.00 WIB GOR Gelora Remaja Jakarta Timur dahaga bermain basketku terentaskan sudah. Namun kenikmatan yang didapatkan itu tidak semudah membalikan telapak tangan (waduh berat banget ya bahasanya), emang bener kata pepatah “hidup adalah perjuangan”.
Petualangan ke tempat kejadian perkara (GOR) dimulai pukul 12.00 WIB, matahari tepat berada di atas ubun-ubun, teriknya terasa sampai ujung kaki, kalo orang jawa bilang “rasane pating clekit”. Aku berangkat bersama adek sepupuku dengan mengendarai belalang tempur andalanku “si bluekluthuk”, sepanjang perjalanan diguyur teriknya sang mentari menyusuri belantara ibu kota bergelut dengan kemacetan.

Siang itu matahari dengan gagahnya memamerkan cahaya dan panasnya, jam tanganku menunjukan pukul 12.45 WIB. Pelataran olahraga, lapangan basket SMA 2 Depok disengat panasnya sinar matahari, namun tidak menyurutkan semangat para panitia “SMADA CUP: Basketball Competition” untuk menyemarakkan acara. Para peserta kompetisi bola basket se depok dan sekitarnya pun tidak mau kalah semangat, mereka rela dipanggang di bawah terik sinar matahari untuk turut memeriahkan acara tersebut.